MATA KULIAH : PMM-A
DOSEN : Khiki Purnawati Kasim SKM.,M.Kes
LAPORAN PRATIKUM PMM-A
Pemeriksaan Boraks Secara Kualitatif pada Bakso dan Sosis
PO714221181033
KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI SANITASI LINGKUNGAN
2020
LAPORAN
PRAKTIKUM UJI BORAKS PADA MAKANAN
A.
Pelaksanaan
Praktikum
Tujuan Praktikum : Untuk mengetahui apakah ada kandungan boraks
di dalam makanan
yang diuji
Hari / Tanggal :
Senin, 22 april 2020
Waktu :
08.00 – 11.00
Tempat
:
Praktek mandiri dirumah
B.
Dasar Teori
Boraks atau
dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai sodium tetraborate decahydrate merupakan
bahan pengawet yang
di kenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu, antiseptik kayu dan pengontrol
kecoa. Tampilan fisik boraks adalah berbentuk serbuk kristal putih, jika larut
ke dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). dengan
demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat (Khamid, 1993).
Senyawa-senyawa
asam borat ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut : jarak lebur
sekitar 1710C. Larutan dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5
bagian gliserol 85 %, dan tidak larut dalam eter. Kelarutan dalam air bertambah
dengan penambahana asam klorida, asam sitrat atau asam tartrat. Mudah menguap
dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 10000C yang
secara perlahan berubah menajdi asam metaborat (HBO2). Asam borat merupakan
asam lemah dengan garam alkalinya bersifat basa, mempunyai bobot molekul61,83
berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan
tak berbau serta agak manis (Khamid, 2006).
Boraks memiliki
fungsi sebagai antiseptik (zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan
mikroorganisme). Pemakaiannya adalah dalam obat biasanya dalam salep, bedak,
larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. Boraks juga
digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik
kayu. Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering digunakan sebagai pengawet
makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan
seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit.
Selain bertujuan untuk mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan
menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan (Vepriati, 2007).
Boraks dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga
menghasilkan rupa yang bagus serta memiliki kekenyalan yang khas. Dengan
kemampuan tersebut boraks sering disalahgunakan oleh para produsen makanan
yaitu digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan yang dijualnyaseperti mie
basah, bakso, lontong, cilok, dan otak-otak dengan ciri-cirinya tekstur sangat
kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah, putus pada mie basah,. Namun begitu
boraks merupakan bahan tumbuhan makanan yang sangat berbahaya bagi manusia
karena bersifat racun.
Boraks beracun
terhadap semua sel, bila tertelan boraks dapat mengakibatkan efek pada susunan
syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai selama ekskresi.
Ginjal merupakan organ paling mengalami kerusakan dibandingkan dengan orang
lain. Dosis fatal untuk dewasa 15-20 g dan untuk anak-anak 3-6 g.
C.
Alat
dan Bahan
- Alat
- Wadah
- Tusuk gigi
- Bahan
- Kunyit
- Bakso
- Sosis
ayam
D.
Langkah
Kerja
1. Siapkan
alat dan bahan
2. Ambil
tusuk gigi lalu tancapkan kedalam rimpang kunyit, tunggu beberapa saat sampai
warna kunyit melekat pada tusuk gigi
3. Setelah
itu, tancapkan tusuk gigi tadi kedalam sampel yang akan diperiksa.
4. Lalu, tunggu beberapa menit. Amatilah
perubahan yang terjadi. Jika terjadi perubahan warna, Makan pada makanan itu mengandung boraks
dan
bandingkan dengan sampel sebelum
di periksa
5. Amati
sampel dan catat hasilnya
E. Hasil
Pengamatan
BAHAN (SAMPEL)
|
REAKSI
|
KETERANGAN
|
Bakso
|
Tidak Terjadi Perubahan Warna
|
Tidak Mengandung Boraks
|
Sosis
|
Tidak Terjadi Perubahan Warna
|
Tidak Mengandung Boraks
|
Note :
Perubahan warna pada makanan yang mengandung boraks adalah coklat. Bila suatu
makanan banyak mengandung boraks, maka warna setelah diolesi dengan kunyit akan
berubah menajdi coklat yang sangat pekat, bahkan sampai berwarna coklat
kemerahan.
F.
Pembahasan
Dari praktikum
yang telah dilakukan, sampel bakso
dan sosis menunjukkan hasil negatif karna tidak terjadinya perubahan warna pada saat melakukan pemeriksaan. Hal ini
menunjukkan sampel bakso dan sosis negatif mengandung boraks sehingga aman
untuk dikonsumsi. Penggunaan boraks dalam dosis rendah tidak akan menyebabkan
kerusakan namun akan terakumulasi di dalam otak, hati, lemak dan ginjal. Jika terakumulasi
terus akan menyebabkan mal fungsi hati dari organ-organ tersebut sehingga
lambat laun akan membahayakan tubuh. Penggunaan boraks dalam dosis yang banyak
mengakibatkan penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, demam, anuria, dan
dalam jangka panjang akan menyebabkan radang kulit merangsang SPP, apatis,
depresi, slanosis, pingsan kebodohan dan karsinogen, bahkan bisa menimbulkan
kematian.
Pada makanan
yang mengandung boraks, warna yang di hasilkan saat bereaksi tergantung banyak
atau tidaknya pemakaian boraks pada pada makanan tersebut. Semakin banyak
boraks yang di pakai maka reaksi tersebut warnanya semakin gelap pekat
(orange-merah-coklat). Bakso lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks. Bila di
gigit akan kembali ke bentuk semula, tahan lama atau awet beberapa hari,
warnanya tampak lebih putih, bau
terasa tidak alami. Ada bau yang muncul bila di lempar ke lantai akan mantul
seperti bola bekel. Begitupun dengan sosis, apabila sosis mengandung boraks maka teksturnya akan lebih kenyal dan akan
mengalami perubahan warna menjadi coklat. Apabila bakso dan sosis tersebut banyak
mengandung boraks, maka warna yang akan terjadi setelah di olesi kunyit akan
berubah menjadi coklat yang sangat pekat, bahkan sampai berwarna coklat
kemerahan.
Oleh sebab itu, berdasarkan peraturan Mentri Kesehatan RI
No. 722/Menkes/Per/IX/88 dilarang menggunakan boraks sebagai bahan campuran dan
pengawet makanan.
G.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari pratikum yang
telah dilakukan dapat diambil kesimpulan:
1.
Sampel
bakso tidak mengandung boraks (-)
2.
Sampel
sosis tidak mengandung boraks (-)
H. Saran
Dengan penelitian ini, kita dapat
terbantu dalam mengetahui ada tidaknya kandungan boraks pada bakso dan sosis. Cara ini dapat di lakukan dengan
mudah dan praktis karena tidak perlu di lakukan di labolaturium. Tetapi, kita
dapat melakukannya di rumah. Namun setelah kami selesai melakukan penelitian
atau uji coba makanan, ternyata kami tidak menemukan kandungan boraks pada
makanan seperti bakso dan sosis.
Namun, kita
harus teliti dalam melihat perubahan warna yang terjadi pada tusuk gigi.
Terkadang, warna pada kunyit yang lebih
pekat menyusahkan kita dalam melihat perubahan setelah bereaksi.
REFRENSI
Darmin, suharmita. 2013 Laporan Uji Boraks Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran
Universitas Sultan Hasanuddin Makassar (Online) http://suharmita-darmin.blogspot.com/2014/09/laporan-pratikum-uji-boraks.html?m=1
diakses tanggal 2 mei 2020
Unknown, 2018 laporan
pratikum uji boraks (online) http://kazunekazao.blogspot.com/2018/04/laporan-pratikum-uji-boraks.html?m=1
diakses tanggal 2 mei 2020
LAMPIRAN :
(Sebelum di beri ekstrak kunyit)
(Setelah di beri ekstrak kunyit dan
Didiamkan beberapa menit)
(Pada sampel bakso Tidak terjadi perubahan warna
Menunjukkan negatif boraks)
(Pada sampel sosis tidak terjadi perubahan warna
Menunjukkan negatif boraks)
(Untuk lebih jelasnya silahkan cek
Terima kasih^^






Silahkan komentar kritik dan saran yang membangun
BalasHapusLaporannya sudah bagus tetapi saran saya ada baiknya ditambahkan lagi alasan penyebab terjadinya perubahan warna pada kunyit jika makanan tersebut mengandung boraks
BalasHapusBaik terima kasih masukannya 😊
Hapuslaporannya sudah bagus, bahasa yang digunakan juga mudah dipahami, dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja agar lebih mudah dimengerti mungkin dapat ditambahkan foto saat dilakukannya praktikum tersebut, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^
BalasHapusBaik terima kasih masukannya 😊
HapusPenjelasannya sangat baik dan mudah dipahami
BalasHapusTerima kasih 😊
Hapuslaporannya sangat membantu buat referensi pengetahuan
BalasHapusBaik terima kasih rabiatun..
HapusJelas dan sangat bermanfaat
BalasHapusBaik terima kasih 😊
Hapuslaporannya sangat membantu,untuk kedepannya tolong tambahkan gambar
BalasHapusKedepannya akan diperbaiki. Terima kasih masukannya
HapusLaporannya sangant bermanfaat
BalasHapusAlhamdulillah, terimakasih😘
HapusLaporan nya sangat bagus, bahasa mudah di pahami. Kedepannya tolong di tambahkan gambar
BalasHapusKedepannya akan diperbaiki. Terima kasih masukannya😊
HapusLaporannya sangat bagus dan membuat saya jadi mengerti bahayanya kandungan boraks pada makanan...
BalasHapusTerima kasih😊
HapusLaporannya bagus bisa menambah pengetahuan yang lebih buat para pembaca
BalasHapusTerima kasih
HapusLaporannya sangat bagus dan memberikan ilmu yang bermanfaat
BalasHapusTerima kasih
HapusLaporannya bagus, menambah pengetahuan dan bisa jadi referensi, bahasanya juga mudah dipahami
BalasHapusTerima kasih 🤗
HapusTerima kasih atas ilmu barunya😇 laporannya sangat bagus dan mudah di pahami
BalasHapusAlhamdulillah. Terimakasih
HapusLaporannya bagus bisa menambah pengetahuan yang lebih buat para pembaca
BalasHapusTerima kasih
HapusTerimaksih atas informasinya,sangat bermnfaat
BalasHapusTerima kasih, alhamdulillah
HapusKeren
BalasHapusMantap
HapusOk....siap dijadikan referensi👌
BalasHapusMungkin pemilihan sampel yg tepat perlu diperhatikan agar praktikum maksimal.
Baik. Terima kasih bu atas sarannya. Kedepannya akan diperbaiki.😊
Hapus