Minggu, 03 Mei 2020

LAPORAN PRATIKUM PMM-A


MATA KULIAH : PMM-A
DOSEN              : Khiki Purnawati Kasim SKM.,M.Kes


LAPORAN PRATIKUM PMM-A
Pemeriksaan Boraks Secara Kualitatif pada Bakso dan Sosis

NURWALASRIANI
PO714221181033

KEMENTERIAN KESEHATAN MAKASSAR REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI SANITASI LINGKUNGAN
2020




LAPORAN PRAKTIKUM UJI BORAKS PADA MAKANAN

A.      Pelaksanaan Praktikum

Tujuan Praktikum : Untuk mengetahui apakah ada                       kandungan boraks di dalam                             makanan yang diuji
Hari / Tanggal         : Senin, 22 april 2020
Waktu                       : 08.00 – 11.00
Tempat                     : Praktek mandiri dirumah


B.       Dasar Teori

Boraks atau dalam nama ilmiahnya dikenal sebagai sodium tetraborate decahydrate merupakan bahan pengawet yang di kenal masyarakat awam untuk mengawetkan kayu, antiseptik kayu dan pengontrol kecoa. Tampilan fisik boraks adalah berbentuk serbuk kristal putih, jika larut ke dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat (Khamid, 1993).
Senyawa-senyawa asam borat ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut : jarak lebur sekitar 1710C. Larutan dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5 bagian gliserol 85 %, dan tidak larut dalam eter. Kelarutan dalam air bertambah dengan penambahana asam klorida, asam sitrat atau asam tartrat. Mudah menguap dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 10000C yang secara perlahan berubah menajdi asam metaborat (HBO2). Asam borat merupakan asam lemah dengan garam alkalinya bersifat basa, mempunyai bobot molekul61,83 berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis (Khamid, 2006).
Boraks memiliki fungsi sebagai antiseptik (zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme). Pemakaiannya adalah dalam obat biasanya dalam salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. Boraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu. Meskipun bukan pengawet makanan, boraks sering digunakan sebagai pengawet makanan. Boraks sering disalahgunakan untuk mengawetkan berbagai makanan seperti bakso, mie basah, pisang molen, siomay, lontong, ketupat dan pangsit. Selain bertujuan untuk mengawetkan, boraks juga dapat membuat tekstur makanan menjadi lebih kenyal dan memperbaiki penampilan makanan (Vepriati, 2007).
Boraks dapat memperbaiki tekstur makanan sehingga menghasilkan rupa yang bagus serta memiliki kekenyalan yang khas. Dengan kemampuan tersebut boraks sering disalahgunakan oleh para produsen makanan yaitu digunakan sebagai bahan pengawet pada makanan yang dijualnyaseperti mie basah, bakso, lontong, cilok, dan otak-otak dengan ciri-cirinya tekstur sangat kenyal, tidak lengket, dan tidak mudah, putus pada mie basah,. Namun begitu boraks merupakan bahan tumbuhan makanan yang sangat berbahaya bagi manusia karena bersifat racun.
Boraks beracun terhadap semua sel, bila tertelan boraks dapat mengakibatkan efek pada susunan syaraf pusat, ginjal dan hati. Konsentrasi tertinggi dicapai selama ekskresi. Ginjal merupakan organ paling mengalami kerusakan dibandingkan dengan orang lain. Dosis fatal untuk dewasa 15-20 g dan untuk anak-anak 3-6 g.

C.    Alat dan Bahan

  1. Alat
-  Wadah
 Tusuk gigi

  1. Bahan
Kunyit
-  Bakso
-  Sosis ayam

D.    Langkah Kerja

1.   Siapkan alat dan bahan
2.  Ambil tusuk gigi lalu tancapkan kedalam rimpang    kunyit, tunggu beberapa saat sampai warna kunyit    melekat pada tusuk gigi
3. Setelah itu, tancapkan tusuk gigi tadi kedalam sampel yang akan diperiksa.
4.  Lalu, tunggu beberapa menit. Amatilah perubahan yang terjadi. Jika terjadi perubahan warna, Makan pada makanan itu mengandung boraks  dan bandingkan dengan sampel sebelum di periksa
5.   Amati sampel dan catat hasilnya

E.     Hasil Pengamatan

BAHAN (SAMPEL)
REAKSI
KETERANGAN
Bakso
Tidak Terjadi Perubahan Warna
Tidak Mengandung Boraks
Sosis
Tidak Terjadi Perubahan Warna
Tidak Mengandung Boraks

Note     : Perubahan warna pada makanan yang mengandung boraks adalah coklat. Bila suatu makanan banyak mengandung boraks, maka warna setelah diolesi dengan kunyit akan berubah menajdi coklat yang sangat pekat, bahkan sampai berwarna coklat kemerahan.

F.    Pembahasan

Dari praktikum yang telah dilakukan, sampel bakso dan sosis menunjukkan hasil negatif karna tidak terjadinya perubahan warna pada saat melakukan pemeriksaan. Hal ini menunjukkan sampel bakso dan sosis negatif mengandung boraks sehingga aman untuk dikonsumsi. Penggunaan boraks dalam dosis rendah tidak akan menyebabkan kerusakan namun akan terakumulasi di dalam otak, hati, lemak dan ginjal. Jika terakumulasi terus akan menyebabkan mal fungsi hati dari organ-organ tersebut sehingga lambat laun akan membahayakan tubuh. Penggunaan boraks dalam dosis yang banyak mengakibatkan penurunan nafsu makan, gangguan pencernaan, demam, anuria, dan dalam jangka panjang akan menyebabkan radang kulit merangsang SPP, apatis, depresi, slanosis, pingsan kebodohan dan karsinogen, bahkan bisa menimbulkan kematian.
Pada makanan yang mengandung boraks, warna yang di hasilkan saat bereaksi tergantung banyak atau tidaknya pemakaian boraks pada pada makanan tersebut. Semakin banyak boraks yang di pakai maka reaksi tersebut warnanya semakin gelap pekat (orange-merah-coklat). Bakso lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks. Bila di gigit akan kembali ke bentuk semula, tahan lama atau awet beberapa hari, warnanya tampak lebih putih, bau terasa tidak alami. Ada bau yang muncul bila di lempar ke lantai akan mantul seperti bola bekel. Begitupun dengan sosis, apabila sosis mengandung boraks maka teksturnya akan lebih kenyal dan akan mengalami perubahan warna menjadi coklat. Apabila bakso dan sosis tersebut banyak mengandung boraks, maka warna yang akan terjadi setelah di olesi kunyit akan berubah menjadi coklat yang sangat pekat, bahkan sampai berwarna coklat kemerahan.
Oleh sebab itu, berdasarkan peraturan Mentri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 dilarang menggunakan boraks sebagai bahan campuran dan pengawet makanan.

G.      Kesimpulan

            Berdasarkan hasil dari pratikum yang telah dilakukan        dapat diambil kesimpulan:
1.         Sampel bakso tidak mengandung boraks (-)
2.          Sampel sosis tidak mengandung boraks (-)

H.      Saran

Dengan penelitian ini, kita dapat terbantu dalam mengetahui ada tidaknya kandungan boraks pada bakso dan sosis. Cara ini dapat di lakukan dengan mudah dan praktis karena tidak perlu di lakukan di labolaturium. Tetapi, kita dapat melakukannya di rumah. Namun setelah kami selesai melakukan penelitian atau uji coba makanan, ternyata kami tidak menemukan kandungan boraks pada makanan seperti bakso dan sosis.
Namun, kita harus teliti dalam melihat perubahan warna yang terjadi pada tusuk gigi. Terkadang, warna pada kunyit yang  lebih pekat menyusahkan kita dalam melihat perubahan setelah bereaksi.



REFRENSI

Darmin, suharmita. 2013 Laporan Uji Boraks Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Sultan Hasanuddin Makassar (Online) http://suharmita-darmin.blogspot.com/2014/09/laporan-pratikum-uji-boraks.html?m=1 diakses tanggal 2 mei 2020

Unknown, 2018 laporan pratikum uji boraks (online) http://kazunekazao.blogspot.com/2018/04/laporan-pratikum-uji-boraks.html?m=1 diakses tanggal 2 mei 2020


LAMPIRAN :

(Sebelum di beri ekstrak kunyit)

(Setelah di beri ekstrak kunyit dan 
Didiamkan beberapa menit)

(Pada sampel bakso Tidak terjadi perubahan warna 
Menunjukkan negatif boraks)

(Pada sampel sosis tidak terjadi perubahan warna
Menunjukkan negatif boraks)

(Untuk lebih jelasnya silahkan cek 


Terima kasih^^









































35 komentar:

  1. Silahkan komentar kritik dan saran yang membangun

    BalasHapus
  2. Laporannya sudah bagus tetapi saran saya ada baiknya ditambahkan lagi alasan penyebab terjadinya perubahan warna pada kunyit jika makanan tersebut mengandung boraks

    BalasHapus
  3. laporannya sudah bagus, bahasa yang digunakan juga mudah dipahami, dan sangat membantu untuk referensi tambahan pengetahuan. saran saja agar lebih mudah dimengerti mungkin dapat ditambahkan foto saat dilakukannya praktikum tersebut, mohon maaf bila ada salah kata dan terima kasih sebelumnya^^

    BalasHapus
  4. Penjelasannya sangat baik dan mudah dipahami

    BalasHapus
  5. laporannya sangat membantu buat referensi pengetahuan

    BalasHapus
  6. laporannya sangat membantu,untuk kedepannya tolong tambahkan gambar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedepannya akan diperbaiki. Terima kasih masukannya

      Hapus
  7. Laporan nya sangat bagus, bahasa mudah di pahami. Kedepannya tolong di tambahkan gambar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedepannya akan diperbaiki. Terima kasih masukannya😊

      Hapus
  8. Laporannya sangat bagus dan membuat saya jadi mengerti bahayanya kandungan boraks pada makanan...

    BalasHapus
  9. Laporannya bagus bisa menambah pengetahuan yang lebih buat para pembaca

    BalasHapus
  10. Laporannya sangat bagus dan memberikan ilmu yang bermanfaat

    BalasHapus
  11. Laporannya bagus, menambah pengetahuan dan bisa jadi referensi, bahasanya juga mudah dipahami

    BalasHapus
  12. Terima kasih atas ilmu barunya😇 laporannya sangat bagus dan mudah di pahami

    BalasHapus
  13. Laporannya bagus bisa menambah pengetahuan yang lebih buat para pembaca

    BalasHapus
  14. Terimaksih atas informasinya,sangat bermnfaat

    BalasHapus
  15. Ok....siap dijadikan referensi👌
    Mungkin pemilihan sampel yg tepat perlu diperhatikan agar praktikum maksimal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik. Terima kasih bu atas sarannya. Kedepannya akan diperbaiki.😊

      Hapus

Sepenggal kisah

LUKA IBUKU SAMPAI KE LIANG KUBUR ============================== Kisah Nyata Seorang Istri Tentara. Tali ikat pinggang serta sepatu tenta...